Tampilkan postingan dengan label Percobaan 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percobaan 2. Tampilkan semua postingan

4.3 Komunikasi SPI




1. Hardware


2. Rangkaian Simulasi




3. Flowchart

a. Master


b. Slave


4. Listing Program

//MASTER
#include <SPI.h>  
SPI void setup (void) {
Serial.begin(115200); 
digitalWrite(SS, HIGH);
SPI.begin ();
SPI.setClockDivider(SPI_CLOCK_DIV8);
}
void loop (void) { char c;
digitalWrite(SS, LOW);
for (const char * p = "Hello, world!\r" ; c = *p; p++)
{
SPI.transfer (c); Serial.print(c);
}
digitalWrite(SS, HIGH);
delay(2000);
}

//SLAVE
#include <SPI.h> char buff [50]; volatile byte indx;
volatile boolean process;
void setup (void) { Serial.begin (115200);
pinMode(MISO, OUTPUT); 
SPCR |= _BV(SPE); 
indx = 0; 
process = false;
SPI.attachInterrupt(); 
}
ISR (SPI_STC_vect)
{
byte c = SPDR;  
SPI Data Register if (indx < sizeof buff) {
buff [indx++] = c; 
if (c == '\r')
process = true;
}
}
void loop (void) { if (process) {
process = false;
Serial.println (buff);  
indx = 0; 
}
}

5. Video




6. Analisa

   1.   Analisa saat led kita ganti dengan komponen lain, komponen apa yang bisa digunakan? Jelaskan!


Kali ini led kita ganti dengan buzzer, komponen tersebut dapat digunakan. Buzzer adalah sebuah komponen elektronik yang mengeluarkan bunyi. Buzzer terdapat dua jenis, yaitu buzzer aktif dan pasif. Untuk buzzer aktif adalah buzzer yg akan berbunyi jika langsung dihubungkan ke arus listrik, sedangkan buzzer pasif adalah buzzer yg memerlukan rangkaian oscilator untuk membangkitkan suaranya. Buzzer yg kita gunakan pada praktikum adalah buzzer pasif.

Berbeda jauh dengan led, led adalah kompoen elektronika yang memancarkan cahaya. Jadi walaupun led diganti dengan buzzer rangkaian akan tetap bekerja, namun yg berbeda adalah jika menggunakan led akan memancarkan cahaya sedangkan jika menggunakan buzzer akan mengeluarkan bunyi.

7. Link Download
File arduino, html, video (Download)

4.3 Mengatur Kecepatan Putar Motor DC




1. Hardware



2. Rangkaian Simulasi


3. Flowchart



4. Listing Program

byte pot = A0;
byte motor = 9;

int nilai;
int output;
void setup() {
pinMode(motor, OUTPUT);
Serial.begin(9600);
}

void loop() {
nilai = analogRead(pot);
output = map(nilai, 0,1023, 0, 255);

analogWrite(motor, output);

Serial.print("potensiometer:");
Serial.print(nilai);
Serial.print(" ");
Serial.print("output : ");
Serial.print(output);
delay(2);
}

5. Video





6. Analisa

   Pengaruh potensiometer terhadap kecepatan motor?
Potensiometer adalah salah satu jenis Resistor yang Nilai Resistansinya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan rangkaian elektronika ataupun kebutuhan pemakainya. Potensiometer pada praktikum kali ini memiliki pengaruh untuk kecepatan putar motor yang digerakkan. Jika diputar searah jarum jam maka putaran motor semakin cepat, dan jika diputar terbalik dari arah jarum jam maka putarannya semakin melambat.

7. Link Download
File Rangkaian (Download)
File Html (Download)
File Video (Download)

4.3 Menampilkan Karakter Pada Seven Segment




1. Hardware


Hardware yang digunakan sebagai berikut :
· Arduino Mega 2560
· 7-Segment common katode
· Komputer

2. Rangkaian Simulasi



3. Flowchart


4. Listing Program



5. Video





6. Analisa

   Analisa yang terjadi apabila 7-segment merupakan common anode?

7-Segment merupakan sebuah komponen Elektronika yang dapat menampilkan angka desimal melalui kombinasi-kombinasi segmennya. 7-Segment terbagi menjadi 2 jenis yaitu, 7-Segment Common Cathode dan 7-Segment Common Anode. 

Pada 7-Segment jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda pada semua 7-Segmen adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki Anoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segment. Kaki Katoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segment.

Pada 7-Segment jenis Common Anode (Anoda), Kaki Anoda pada semua segment adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segment. Kaki Anoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini akan diberikan Tegangan Positif (+) dan Signal Kendali (control signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda Segmen.

Jadi pada percobaan ini 7-Segment menggunakan LED sebagai penampil atau sebagai display. Sehingga jika 7-Segment yang digunakan adalah Common Anode, maka display akan nyala apabila diberikan logika 0. Karena prinsipnya berkebalikan dengan Common Cathode.

7. Link Download
File Rangkaian (Download)
File Html (Download)
File Video (Download)

4.3 Decoder BCD Seven Segment




1. Prosedur Percobaan

Asynchronous Binary Counter 4 bit dengan 4J-K flip-flop.
1. Buatlah rangkaian seperti pada rangkaian dibawah ini. 
2. Variasikan switch B0 sampai B6 sesuai dengan jurnal cek output yang terjadi.  
Gambar 2.13 Rangkaian decoder BCD seven segment

Gambar 2.14 Rangkaian percobaan decoder BCD seven segment 

2. Hardware



3. Rangkaian Simulasi


4. Video




5. Jurnal






6. Analisa
   
   1.  Kenapa input bilangan biner bisa berubah menjadi desimal pada seven segment

Karena pada rangkaian ini digunakan decoder. Dengan fungsi kerja decoder adalah sebagai pengkonversi bilangan biner pada inputan switch menjadi desimal yang nantinya akan ditampilkan pada layar seven segment.


7. Link Download
File Rangkaian (Download)
File Html (Download)
File Video (Download)

4.3 Aljabar Boolean




1. Prosedur Percobaan

Aljabar Boolean

1. Pastikan semua supply dalam keadaan off
2. Hubungkan jumper seperti rangkaian dibawah
3. periksakan rangkaian kepada asisten yang mengawas
4. Hidupkan semua supply
5. Tekan tombol Reset
6. Amati percobaan, jika tidak sesuai perbaiki rangkaian
7. Jika sesuai, maka selesai dan demokan pada asisten yang mengawas
8. Jelaskan prinsip kerja + teori dan hubungan keduanya kepada asisten
9. Demokan ke pembimbing praktikum
10 .Matikan supply

Diberikan fungsi :


Dengan menggunakan Peta Karnaugh dan aljabar Boolean fungsi di atas dapat disederhanakan menjadi






Prosedur Percobaan:
1. Buat rangkaian seperti gambar berikut : Diagram logika dari rangkaian yang menyatakan dua bentuk ekivalen dari fungsi yang telah disederhanakan ditunjukkan pada gambar dibawah ini






Bentuk gerbang dari dua fungsi logika yang memiliki hasil yang sama
2. Catat hasil yang didapat tersebut dalam bentuk tabel pada jurnal.Bandingkan hasil di dapat dengan persamaaan awal.

2. Hardware




3. Rangkaian Simulasi


4. Video






5. Jurnal








6. Analisa
   
   1. Kebenaran pada persamaan percobaan dan persamaan pada soal!

Hasil perbandingan antara persamaan percobaan dengan persamaan pada soal tidak ada perbedaannya, persamaan yang sebelumnya terlalu panjang dapat diringkas menjadi persamaan yang lebih sederhana melalui aljabar bolean dan ataupun dengan karnaugh map. Persamaan yang dihasilkan memang berbeda tetapi keluaran yang dihasilkan sama.          
7. Link Download
File Rangkaian (Download)
File Html (Download)
File Video (Download)

4.3 Menentukan Kaki-Kaki Transistor dengan Ohmmeter




1. Prosedur Percobaan
1. Ukurlah resistansi antara kaki kaki transistor pada modul percobaan. catat hasilnya pada jurnal yang disediakan.

2. Hardware





3. Rangkaian Simulasi




4. Video




5. Jurnal



6. Analisa


      1. Tentukan kaki-kaki resistor dan jelaskan!
Kaki basis adalah kaki 2, ketika probe (+) dihubungkan pada kaki 2 dan probe (-) pada kaki 1 didapatkan resistansi 31,76. Begitu juga jika probe (+) dihubungkan pada kaki 2 dan probe (-) pada kaki 1 didapatkan resistansi 28,60. Sesuai dengan karakter kaki basis memiliki hubungan forward bias pada kaki emitor dan kaki kolektor. Jadi, untuk mengetahui kaki emitor dan kolektor biasanya terdapat perbedaan nilai tahanan. Untuk kolektor relatif memiliki tahanan lebih besar dari kaki emitor. jadi kesimpulannya kaki 1 adalah emitor, kaki 2 basis, dan kaki 3 adalah kolektor.

7. Link Download
File Rangkaian (Download)
File Html (Download)
File Video (Download)

4.3 Non - Inverting Amplifier




1. Prosedur Percobaan

1. Matikan power supply terlebih dahulu.
2. Set hambatan Rf dengan resistansi sesuai dengan jurnal.
3. Biarkan input V1 mengambang
4. Hubungkan jumper J1, dan hidupkan power supply.
5. Kemudian atur tegangan input V2 sesuai dengan jurnal dan catat output yang dihasilkan.
6. Aturlah tegangan V2 naik secara perlahan mulai dari -3 sambil melihat tegangan outputnya. Pada tegangan input negatif, berapakah tegangan output pertama kali berubah? Tegangan input negatif tersebut diberi nama -Vi Max dan outputnya +VSat.
8. Aturlah tegangan V2 turun secara perlahan mulai dari +3 volt sambil mmelihat tegangan outputnya. pada tegangan input positif, berapakah tegangan output pertama kali berubah? teganga input tadi diberi nama Vi Max dan outputnya -VSat.

2. Hardware




3. Rangkaian Simulasi




4. Video



5. Jurnal



6. Analisa

1. Analisa perubahan Gain dengan perubahan outputnya
    Percobaan pertama dan kedua dengan nilai Rf 35ohm dan 70ohm berturut-turut. mendapatkaan hasil Gain semakin kecil dengan nilai Vout yang didapat semakin besar.

2. Analisa perubahan variasi Vin terhadap output, hubungkan dengan teorinya, jika tidak sesuai dengan teori analisa kesalahan.
   Variasi nilai Vin pada percobaan di rangkaian non inverting telah sesuai dengan teori. Dengan teori menyatakan bahwa rangkaian non inverting (rangkaian tak membalik) dengan karakteristik dasar sinyal output yang dikuatkan memiliki fasa yang sama dengan sinyal inputan. Hal ini dapat dilihat pada nilai hasil jurnal praktikum bahwa praktikum sesuai dengan teori.

7. Link Download

Video [Download]
File html [Download]