Tampilkan postingan dengan label Tugas Pendahuluan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Pendahuluan. Tampilkan semua postingan

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 3



Percobaan 2 Kondisi 11
        Ganti LED menjadi Buzzer, Buatlah kondisi awal Buzzer mati, lalu hidup dengan delay 200 ms



a. Master

b. Slave



4. Listing Program

a. Master

b. Slave


5. Video

File Rangkaian (Download)
Listing Program (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 2



Percobaan 3 Kondisi 2
        Mengatur kecepatan putar motor DC dengan potensiometer menjadi 10%




4. Listing Program

byte pot = A0; 
byte motor = 9; 

int nilai;            
int output;

void setup() { 
pinMode(motor, OUTPUT);     
Serial.begin(9600);            
}

void loop() {                           
nilai = analogRead(pot);
output = map(nilai, 0, 1023, 0, 255);

 analogWrite(motor, output); 

Serial.print("potensiometer: ");
Serial.print(nilai);
Serial.print("  ");
Serial.print("output: ");
Serial.print(output);
delay(2);
 }


5. Video

File Rangkaian (Download)
Listing Program (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 1



Percobaan 2 Kondisi 6
        Tampilkan Angka 9 sampai 6 Secara Berulang





4. Listing Program

void setup() {
  // put your setup code here, to run once:
pinMode(2,OUTPUT);
pinMode(3,OUTPUT);
pinMode(4,OUTPUT);
pinMode(5,OUTPUT);
pinMode(6,OUTPUT);
pinMode(7,OUTPUT);
pinMode(8,OUTPUT);
}

void loop() {
  // put your main code here, to run repeatedly:
nine();
eight();
seven();
six();

}
void nine() {
  digitalWrite(2,LOW);
  digitalWrite(3,LOW);
  digitalWrite(4,LOW);
  digitalWrite(5,LOW);
  digitalWrite(6,HIGH);
  digitalWrite(7,LOW);
  digitalWrite(8,LOW);
  delay(100);
}
void eight() {
  digitalWrite(2,LOW);
  digitalWrite(3,LOW);
  digitalWrite(4,LOW);
  digitalWrite(5,LOW);
  digitalWrite(6,LOW);
  digitalWrite(7,LOW);
  digitalWrite(8,LOW);
  delay(100);

}
void seven() {
  digitalWrite(2,LOW);
  digitalWrite(3,LOW);
  digitalWrite(4,LOW);
  digitalWrite(5,HIGH);
  digitalWrite(6,HIGH);
  digitalWrite(7,HIGH);
  digitalWrite(8,HIGH);
  delay(100);
  }

void six() {
  digitalWrite(2,LOW);
  digitalWrite(3,HIGH);
  digitalWrite(4,LOW);
  digitalWrite(5,LOW);
  digitalWrite(6,LOW);
  digitalWrite(7,LOW);
  digitalWrite(8,LOW);
  delay(100);
}

5. Video

File Rangkaian (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 2

4.1 Tugas Pendahuluan




1. Kondisi
Percobaan 2 Kondisi 8
        Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 2, ganti probe dengan led biasa dan ubah besar sumber tegangan menjadi 12 volt

2. Komponen

1. Panel DL 2203D
2. Panel DL 2203C
3. Panel DL 2203S
4. Jumper   


3. Rangkaian Simulasi




4. Cara Kerja Rangkaian


Cara kerja asynchronous counter adalah sebelum sinyal clock dijalankan pertama kali, masing – masing flip – flop direset sehingga kondisi keluaran dari rangkaian menjadi 0000, kemudian ketika clock dijalankan pulsa pertama menyebabkan QA bergulir dari 0 ke 1 sehingga kondisi output menjadi 0001. Kemudian pulsa clock kedua menyebabkan QA bergulir dari 1 ke 0 sehingga QB akan bergulir dari 0 ke 1 dan hitungan menjadi 0010. Kondisi tersebut akan berlangsung terus menerus ketika pulsa clock diberikan.

5. Video


6. Link Download

File Rangkaian (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 1

4.1 Tugas Pendahuluan




1. Kondisi
Percobaan 3 Kondisi 5
        Buatlah rangkaian multivibrator monostabil sesuai dengan gambar pada percobaan dengan kapasitor sebesar 155 uF dan resistor sebesar 2 kΩ

2. Komponen

1. Gerbang Logika NAND 2 buah
2. Resistor 2k
3. Kapasitor 155 uF
4. Led 1 buah
5. Vcc 5V
6. Jumper


3. Rangkaian Simulasi





4. Cara Kerja Rangkaian



      


Cara kerja rangkaian tersebut adalah:

1. Ketika tegangan diberikan, anggaplah bahwa dalam keadaan tinggi, Q = rendah, = tinggidan pada C terjadi pengosongan tegangan, sehingga titik D = tinggi.
2. Jika diberikan pulsa negatif pada, maka Q menjadi tinggi dan = rendah.
3. Tegangan kapasitor akan berubah dengan segera dan titik D akan drop menjadi 0 V.
4. Karena pada titik d = 0 V, maka akan menyebabkan salah satu input pada gerbang 1 menjadi rendah, meskipun di trigger menjadi tinggi. Oleh karena itu Q tetap dalam keadaan tinggi dan = rendah.
5. Beberapa lama kemudian akan terjadi pengisian kapasitor terhadap VCC. Ketika tegangan kapasitor pada titik D menuju level tegangan input (VIH) dari gerbang 1 dalam keadaan tinggi, maka Q akan menjadi rendah dan menjadi tinggi.
6. Rangkaian kembali pada state yang stabil, sampai munculnya sinyal trigger dari. Dan pada kapasitor terjadi lagi pengosongan tegangan ≈ 0 V.
Bentuk gelombang pada gambar menunjukkan karakteristik input/output dari rangkaian dan akan digunakan untuk membangun suatu persamaan untuk menentukan tw.Pada kondisi state stabil( = tinggi), tegangan pada titik D akan sama dengan VCC.


5. Video


6. Link Download
File Rangkaian (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 3

4.1 Tugas Pendahuluan




1. Kondisi
Percobaan 3 Kondisi 18
        Ganti resistor 100k dengan resistor 5 ohm, lalu amati sinyal keluarannya pada kedua ujung kaki resistor 5 ohm tersebut dengan memggunakan osiloskop !

2. Komponen

1. Dioda
2. Kapasitor
3. Resistor
4. Sumber AC
5. Sumber DC
6. Jumper


3. Rangkaian Simulasi


4. Cara Kerja Rangkaian


Rangkaian ini disebut rangkaian clamper karena diberikan penambahan komponen DC pada
tegangan masukan. Akibatnya, seolah-olah terjadi pergeseran (clamping) pada tegangan. Jika komponen DC yang ditambahkan negatif, maka pergeseran tegangan akan ke bawah (negatively clamped), begitu pula sebaliknya (positively clamped).

5. Video


6. Link Download
File Rangkaian (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)

4.1 Tugas Pendahuluan Modul 4

4.1 Tugas Pendahuluan




1. Kondisi
Percobaan 1 Kondisi 8
      Rancanglah rangkaian inverting amplifier sesuai pada percobaan dan ganti resistor dengan ukuran 2,2k ohm untuk R1 dan R2, atur tegangan input menjadi 5V serta catatlah tegangan output yang dihasilkan

2. Komponen

1. Resistor 2,2k 2 buah
2. Dioda Op-Amp (inverting amplifier)
3. Jumper
4. Power Supply 5V
5. Ground
6. Voltmeter


3. Rangkaian Simulasi


4. Cara Kerja Rangkaian


      Rangkaian penguat inverting merupakan rangkaian elektronika yang berfungsi untuk memperkuat dan membalikkan polaritas sinyal masukan.
      Tanda minus menunjukkan berkebalikan fasa dengan sinyal input. Artinya jika sinyal inputan negatif maka sinyal output adalah positif, begitu juga sebaliknya. Kondisi inilah yang disebut dengan inverting (membalik).

5. Video


6. Link Download
File Rangkaian (Download)
Video Simulasi (Download)
File Html (Download)